Tadarusan
Ridho, Kunci kesetabilan diri
Ketika seseorang merasa ridho, mau menerima semua ketentuan Allah swt, pastilah dirinya akan stabil. Bagaimana tidak, disaat miskin ia tak bersedih, dan disaat kaya ia tak sombong. Dengan rasa ridho dalam hatinya, saat menerima perintah dari Allah, segera ia melaksanakannya. Begitu juga sebaliknya, saat Allah melarangnya melakukan suatu hal, tanpa pikir panjang ia meninggalkannya. Semua itu karena ia merasa ridho terhadap semua ketentuan Allah swt.
Coba bayangkan, sebuah mesin yang stabil sudah pasti bekerja dengan baik. Begitu pula dengan diri. Saat ditimpa musibahpun, orang yang ridho tak akan larut dalam kesedihan. Walau pun meneteskan air mata, air matanya tak akan menggoyahkan kestabilan dirinya. Dengan rasa ridho tersebut, ia yakin bahwa apa yang menimpa dirinya didunia adalah sebuah ketentuan yang baik baginya, karena hanya Allah lah tuhan yang Maha Adil Lagi Maha Bijaksana.
Allah swt berfirman: “Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada-Nya ”(Q.S Al-Bayyinah:8)
Ayat diatas menjelaskan bagaimana salah satu sifat orang-orang beriman serta beramal sholeh, mereka akan senantiasa merasa ridho terhadap semua ketentuan Allah swt. Dan sebagai balasannya, Allah pun akan ridho pula kepada mereka. Jangankan diakhirat, di duniapun Allah akan memberikan kepada mereka nikmat yang tak bisa terhitung, salah satunya ialah kestabilan diri.
Orang yang dirinya stabil tidak akan merasa gundah dan gelisah. Penyebabnya tiada lain karena ia mau menerima ketentuan dari Allah swt. Mau miskin ataupun kaya, susah ataupun senang ia ridho menerimanya sebagai sebuah ketentuan dari Allah yang baik untuknya. Jadi, tak perlu merasa gundah ataupun gelisah, karena ia yakin hanya Allah lah yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed